Jenis-jenis Pengujian Beton untuk Analisa Kelayakan Struktur Bangunan

By | June 10, 2016

konsultan strukturAnalisa kelayakan struktur beton

Setelah terjadi gempa bumi atau kebakaran, banyak bangunan yang menjadi rusak bahkan runtuh. Bangunan yang rusak masih banyak yang dimanfaatkan kembali dan diperbaiki karena alasan dana yang terbatas jika harus dibangun ulang.

Jika ingin digunakan kembali, bangunan rusak harus melakukan uji kelayakan struktur terlebih dahulu untuk membuktikan apakah bangunan tersebut masih layak secara struktural atau tidak.

Berikut adalah jenis-jenis pengujian beton untuk analisa kelayakan struktur bangunan:

1. Pengamatan visual dan pemetaan struktur

Pengamatan visual dilakukan untuk memberikan gambaran awal kondisi struktur eksisting yang kemudian membantu menentukan penyelidikan apa saja yang dibutuhkan selanjutnya. Pemetaan struktur dilakukan guna memverifikasi konfigurasi dan dimensi elemen struktur terhadap gambar struktur yang telah diberikan untuk keperluan pemodelan struktur pada tahap analisis dan verifikasi keamanan.

2. Ultrasonic Pulse Velocity / UPV Test

UPV Test dilakukan untuk menilai kualitas beton dengan metode kecepatan pulsa ultrasonik. Metode ini terdiri atas pengukuran waktu perjalanan dari pulsa ultrasonik melewati beton yang diuji. Kecepatan relatif lebih tinggi diperoleh ketika kualitas beton yang baik dalam hal kepadatan, keseragaman, homogenitas dll

3. Covermeter test

Covermeter adalah sebuah alat untuk mencari tulangan dan mengukur selimut beton yang tepat. Covermeter adalah perangkat konvensional yang hanya dapat menemukan benda-benda logam di bawah permukaan. Karena didesain hemat biaya, metode pulse-induksi adalah salah satu solusi yang paling umum digunakan untuk analisa kelayakan struktur.

4. Core drill (pengambilan benda uji inti beton)

Tujuan dilakukan core drill adalah untuk Menentukan/mengambil sample perkerasan di lapangan  sehingga bisa diketahui tebal perkerasannya (umumnya pada jalan) serta untuk mengetahui karakteristik campuran perkerasan (pada beton struktural).

Pengujian nomor 1, 2, dan 3 adalah non destructive test (tes tanpa merusak struktur) sedangkan nomor 4 adalah sebaliknya, destructive test (tes yang merusak struktur) karena ada bagian struktur yang diambil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *