Kolom Praktis pada Struktur Bangunan

By | June 29, 2016

Kolom praktis adalah struktur kolom pada bangunan yang berfungsi untuk memperkaku dinding terhadap gaya lateral.

kolom praktisKolom praktis biasanya dipasang pada dinding dengan jarak 3 s/d 4 meter atau setara dengan luasan dinding 9 meter persegi (m2).

Ukuran kolom praktis yang lazim digunakan adalah setebal dinding bangunan sehingga letaknya tersembunyi atau tidak terlihat.

Kolom ini tidak dirancang untuk menahan gaya aksial, namun dalam kenyataannya kolom ini tetap menerima gaya aksial. Misalkan pada struktur bangunan rumah satu lantai sederhana, dimana kolom juga menahan beban ringbalk dan atap.

Kolom praktis terbuat dari beton bertulang dan biasanya dengan jumlah tulangan 4 buah diameter 10 mm (4D10), sedangkan sengkangnya diameter 8 jarak 150 mm (P8-150).

Baca juga: Mutu Beton fc dan mutu beton K

Kolom ini umumnya berbentuk persegi. Pada sebuah penelitian seorang dosen Universitas Gadjah Mada, tulangan pokok kolom dibuat hanya tiga batang, tulangan sengkang menggunakan spiral, dan dicor persegi. Dan kolom seperti ini ternyata lebih stabil dan lebih hemat.

Karena kepraktisannya, sekarang sudah banyak toko atau fabrikasi yang menjual tulangan kolom praktis siap pakai. Jadi sangat menghemat waktu pelaksanaan di lapangan.

Karena tidak membutuhkan perhitungan yang terlalu rumit, kolom ini mudah dibuat oleh tukang pemula sekalipun.

Ada dua cara membuat kolom praktis ini, yaitu:

  1. Menggunakan bekisting 4 sisi, kolom di cor terlebih dahulu dan pada badan kolom di tanam angkur per jarak 1 meter dari tulangan diameter 8 mm. Setelah beton mengeras baru kemudian dipasang dinding.
  2. Dinding dipasang terlebih dahulu, baru kemudian di pasang bekisting pada 2 sisi menempel ke dinding dan di cor. Cara yang ke dua ini adalah yang paling sering dilakukan di lapangan karena sangat praktis.

Meskipun disebut praktis, anda sebagai structural engineer jangan pernah mengesampingkan peranan kolom ini dalam mendukung struktur. Banyak kasus keruntuhan yang terjadi dan membahayakan penghuni bangunan karena mengabaikan fungsinya.

Sebagai contoh seperti kita lihat pada kasus gempa bumi Jogjakarta tahun 2006 lalu. Banyak korban jiwa yang terjadi akibat tertimpa dinding karena dinding rumah mereka tidak diperkuat dengan kolom praktis.

Sumber: Pengalaman pribadi sebagai seorang structural engineer

Jika ada yang kurang tepat, mohon sampaikan saran pada kolom komentar. Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *