Menjadi Anggota dan Mendaftar Sertifikasi HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia)

By | October 18, 2017

HAKI adalah singkatan dari Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia. Dari namanya saja sudah kelihatan keren. Tentu kata-kata “Ahli” dalam HAKI mempunyai nilai tersendiri. Apalagi setelah Anda menjadi tersertifikasi, Anda bisa menggunakan embel-embel (HAKI) di belakang nama Anda. Keren bukan main.

logo haki

logo haki

Setiap tahun, sekitar bulan Agustus, HAKI mengadakan seminar dan worksop besar di kota tempat kantor pusat HAKI berada, yaitu Jakarta. Semua ahli konstruksi berkumpul di sana. Sharing ilmu-ilmu dan penemuan-penemuan baru di bidang konstruksi.

Pada september 2017, HAKI Komda (komisi daerah) Jawa Tengah mengadakan seminar di kampus Universitas Diponegoro, Semarang. Hadir pada waktu itu ketua HAKI, Bapak Drajat Hoedajanto dan Bapak ahli struktur lainnya, Bapak Stefie Tumilar.

Masing-masing beliau memberikan seminar yang sangat menarik dan bermanfaat, terutama mengenai struktur bangunan. Sangat berbeda dengan yang diajarkan oleh dosen ketika kuliah. Karena ilmu yang mereka berikan disini benar-benar sudah teruji di dunia nyata.

Sehari setelah seminar, tepatnya di Hotel Novotel Semarang, diadakan sertifikasi HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia). Untuk mengikuti sertifikasi dan memperoleh SKA (Surat Keterangan Ahli), terlebih dahulu Anda harus mendaftar menjadi anggota asosiasi, dalam hal ini mendaftar menjadi anggota HAKI.

Untuk menjadi anggota HAKI, Anda harus mengisi formulis pengajuan menjadi anggota. Isiannya antara lain adalah Nama lengkap, Alamat lengkap, No. Telpon, Email, Nomor KTP, Nomor NPWP. Dan melampirkan Curriculum Vitae terbaru, Fotokopi Ijazah S1/S2/S3, Lampiran surat keterangan kerja dari perusahaan Anda bekerja, Fotokopi KTP dan NPWP, pas Foto (file & cetak) dan membayar biaya pendaftaran.

Download Formulir Pendaftaran Anggota HAKI Disini

Sedangkan untuk mendapatkan sertifikat keahlian (SKA), ada beberapa formulir lagi yang harus Anda lengkapi. Diantaranya: Surat permohonan SKA, mengisi biodata, daftar riwayat hidup yang menjelaskan proyek-proyek yang pernah dikerjakan, dan surat pernyataan kebenaran data. Selain itu Anda juga harus membuat narasi singkat mengenai proyek/pekerjaan yang pernah Anda tangani. Jangan lupa siapkan materai yang banyak, sekitar 5 lembar biar aman.

Download Formulir Permohonan SKA Disini

Persyaratan SKA

Persyaratan SKA

Download contoh Narasi Proyek 1 Disini

Download contoh Narasi Proyek 2 Disini

Download contoh Narasi Proyek 3 Disini

Setelah semua berkas lengkap, Anda akan dipanggil oleh Assesor (pada waktu itu adalah pembicara seminar di atas) untuk diwawancarai. Pada saat wawancara, Anda akan diminta untuk menceritakan proyek/pekerjaan yang pernah anda kerjakan. Ceritakan bagian yang menurut Anda paling menarik dari pekerjaan tersebut. Meskipun hanya bangunan kecil, bangunan 2 lantai misalnya, ceritakan saja. Karena Assesor tidak menilai besar kecilnya pekerjaan Anda. Yang penting Anda sudah praktekkan ilmu Anda di lapangan.

Disinilah letak bedanya sertifikasi HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia) dengan sertifikasi lainnya. Meskipun Anda seorang lulusan S3 (Doktor), namun Anda belum pernah praktekkan ilmunya di dunia nyata, Anda tidak akan dapat sertifikasi. Begitu kata Assesornya. ^_^

Oleh: Afret Nobel, ST (HAKI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *