Contoh Gambar Penulangan Kolom Beton Bertulang (01)

By | July 1, 2021

Ada banyak cara menyajikan gambar penulangan beton bertulang. Semua itu tergantung oleh banyak hal, diantaranya adalah:

  1. Format yang diminta oleh klien
  2. Format yang mudah dikerjakan oleh drafter/engineer
  3. Format yang mudah dimengerti oleh pekerja di lapangan
  4. Jumlah lantai bangunan
  5. Keteraturan tinggi antar lantai bangunan
  6. Jumlah tipe kolomnya

Jenis penggambaran penulangan kolom beton bertulang juga mempengaruhi jenis denahnya. Keduanya saling berkaitan satu sama lain.

Berikut ini adalah contoh penyajian tabel penulangan kolom tipe 01:

Denah kolom dibuat per tiap lantai, dimana pada tiap-tiap kolom terdapat kode nomor kolom. Pada contoh gambar di atas terdapat kode nomor kolom K1, K2, K3 dan K4.

Nama denah kolom diberi keterangan elevasi kolomnya. Ketinggian total bangunan pada contoh ini adalah 20 meter dimana terdapat 4 lantai + 1 atap dak dengan ketinggian antar lantai 4 meter.

  • Denah Kolom +0.00 ~ +4.00
  • Denah Kolom +0.40 ~ +8.00
  • Denah Kolom +8.00 ~ +12.00
  • Denah Kolom +12.00 ~ +16.00
  • Denah Kolom +16.00 ~ +20.00

Berikut ini adalah cara membaca tabel penulangan kolom seperti contoh ini:

Keterangan gambar di atas:

  • Kotak merah adalah detail kolom Tipe K1. Digambar full sampai level +20.00 yang artinya kolom tipe K1 ada pada setiap lantai.
  • Kotak biru adalah detail kolom K3. Digambar cuma sampai level +8.00 yang artinya kolom Tipe K3 tidak tersedia di semua lantai.

Keterangan gambar di atas:

  • Kotak merah menunjukkan level posisi kolom berada. Penulisan level kolom dengan range antara, berbeda dengan penulisan level balok yang hanya di satu level.
  • Kotak biru merupakan nama tipe kolom.
  • Kotak hijau menunjukkan gambar potongan A (posisi di tumpuan) dan potongan B (posisi di lapangan), lihat gambar di bawah:

Keterangan gambar di atas:

  • Ukuran kolom ditulis di gambar potongan dan di dalam tabel di bawahnya, satuannya dalam mm.
  • Jumlah tulangan ditulis di dalam tabel 16D19 yang artinya 16 batang tulangan ulir diameter 19 mm.
  • Sengkang/begel ditulis didalam tabel D10-100 yang artinya tulangan ulir diameter 10 mm dengan jarak pemasangan per 100 mm (10cm).
  • Lo adalah panjang pemasangan sengkang di daerah tumpuan (lihat gambar di atas), yaitu Lo sepanjang 1,125 meter. (menentukan Lo ada perhitungannya tersendiri).

Mengapa dibuat 2 potongan?

Karena jarak sengkang pada tumpuan dan lapangan berbeda. Sedangkan jumlah tulangan tetap sama.

Untuk mendownload gambar dalam format pdf silakan klik disini

Disclaimer: Setiap bangunan itu unik, kami tidak bertanggungjawab atas penggunaan gambar ini untuk konstruksi bangunan Anda. Silakan konsultasikan ke ahlinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.