sambungan pengecoran beton

Sambungan (Connection) adalah Daerah yang menghubungkan dua atau lebih komponen struktur.

Dimanakah posisi sambungan pengecoran beton yang aman bagi konstruksi?

Dalam melakukan pengecoran beton di lapangan, terkadang tidak semulus rencana yang sudah dibuat.

Ada beberapa alasan mengapa harus dilakukan sambungan pengecoran beton, diantaranya:

  1. Volume rencana pekerjaan yang besar sehingga suplier beton kewalahan memenuhi pasokan
  2. Tingkat kesulitan pekerjaan sehingga harus dilakukan sambungan pengecoran (metode kerja)
  3. Kondisi cuaca saat pengecoran
  4. Kondisi waktu pengecoran tidak memungkinkan, dsb

Di peraturan Standar Nasional Indonesia (SNI) sudah lama mengatur masalah sambungan pengecoran beton ini.

Diantaranya adalah di SNI 2847:2013 dan diperbaharui pada SNI 2847:2019. Namun secara garis besar tidak banyak perubahan.

Cara melakukan sambungan pengecoran beton sesuai SNI 2847:2013 adalah sebagai berikut:

  1. Permukaan beton pada sambungan pengecoran beton harus dibersihkan dan material halus (laitance) dihilangkan
  2. Sesaat sebelum beton baru di cor, semua sambungan pengecoran beton harus dibasahi dan air yang tergenang harus dihilangkan
  3. Sambungan pengecoran beton harus dibuat dan ditempatkan sedemikian hingga tidak mengurangi kekuatan struktur
  4. Sambungan pengecoran beton pada lantai harus ditempatkan dalam daerah sepertiga bentang tengah, slab, balok dan gelagar
  5. Sambungan pengecoran beton pada gelagar harus digeser sejarak minimum sebesar dua kali lebar balok yang memotongnya
  6. Balok, gelagar, atau slam yang ditumpu oleh kolom atau dinding tidak boleh dicor atau dipasang hingga beton pada komponen struktur tumpuan vertikal tidak lagi bersifat plastis
  7. Balok, gelagar, haunch, drop panel, dan kap geser, dan kapital kolom harus di cor monolit sebagai bagian dari sistem slab.

Cara melakukan sambungan pengecoran beton sesuai SNI 2847:2019 adalah sebagai berikut:

  1. Lokasi atau detail sambungan pengecoran beton yang berbeda dengan keterangan dokumen konstruksi harus dilaporkan ke perencana ahli bersertifikat
  2. Sambungan pengecoran beton pada lantai dan atap harus diletakkan di titik sepertiga dari tengah bentang pelat, balok, dan gelagar, kecuali apabila material menggunakan beton prategang.
  3. Sambungan pengecoran beton pada gelagar harus disemimbangkan pada jarak setidaknya dua kali lebar balok yang berpotongan, diukur dari muka balok yang berpotongan, kecuali terdapat peraturan lain yang disetujui oleh perencana ahli bersertifikat.
  4. Permukaan sambungan pengecoran beton harus diperkasar apabila disyaratkan
  5. Sebelum melakukan pengecoran, posisi sambungan pengecoran beton harus dibersihkan dan bersih dari endapan air.

Mengusahakan posisi penyambungan beton pada daerah dengan gaya geser terkecil. Dan cara ini harus dengan hitungan. Untuk mudahnya, ikuti panduan tadi saja!

Berikut penjelasannya dalam bentuk gambar:

Sambungan Pengecoran Beton Pada Kolom
Sambungan Pengecoran Beton Pada Balok 01
Sambungan Pengecoran Beton Pada Balok 02

Untuk lebih jelasnya silakan lihat di instagram @afretnobel

Semoga artikel ini bermanfaat.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.